<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Winterfae&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://winterfae.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://winterfae.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Dec 2009 05:52:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='winterfae.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Winterfae&#039;s Blog</title>
		<link>http://winterfae.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://winterfae.wordpress.com/osd.xml" title="Winterfae&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://winterfae.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>memahami diri sendiri????</title>
		<link>http://winterfae.wordpress.com/2009/12/18/memahami-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://winterfae.wordpress.com/2009/12/18/memahami-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 05:52:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>winterfae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[pemahaman]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://winterfae.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Memahami orang lain tidaklah mudah, tetapi ternyata memahami diri sendiri ternyata jauh lebih sulit lagi. Secara fisik saja, umpama tidak ada cermin atau semisal itu, maka manusia gagal memahami wajah dirinya sendiri. Untung Tuhan menciptakan cermin, sehingga manusia dengan sarana kaca itu, secara fisik bisa melihat dirinya sendiri. Apakah wajah dirinya tampan, cantik atau sebaliknya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=winterfae.wordpress.com&amp;blog=10911125&amp;post=23&amp;subd=winterfae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memahami orang lain tidaklah mudah, tetapi ternyata memahami diri sendiri ternyata jauh lebih sulit lagi. Secara fisik saja, umpama tidak ada cermin atau semisal itu, maka manusia gagal memahami wajah dirinya sendiri. Untung Tuhan menciptakan cermin, sehingga manusia dengan sarana kaca itu, secara fisik bisa melihat dirinya sendiri. Apakah wajah dirinya tampan, cantik atau sebaliknya bisa dilihat melalui alat itu.</p>
<p>Untuk mengetahui aspek non fisik, misalnya tingkat kecerdasan seseorang, maka para ahli telah berusaha membuat alat ukurnya. Sekalipun tidak persis, alat ukur itu telah digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Sedangkan untuk mengukur keluasan pengetahuan seseorang, telah dikembangkan berbagai macam test, berupa soal-soal atau pertanyaan-pertanyaan yang kemudian harus dijawab oleh mereka yang sedang ditest. Atas dasar jawaban-jawaban itu, maka ditentukan tingkat keluasan pengetahuannya.</p>
<p>Selain itu juga telah dirumuskan alat untuk mengukur sikap, bakat, dan perilaku. Sekalipun tidak selalu didapat kesimpulan secara persis, namun hasilnya bisa digunakan untuk memahami, &#8212;&#8212;&#8211;pada tingkat tertentu, diri atau pribadi seseorang. Bidang ini biasanya ditekuni oleh orang-orang psikologi. Berdasarkan pengetahuan yang dikuasai, mereka melakukan pekerjaan professional di bidang itu.</p>
<p>Apa yang dilakukan, baik oleh guru tatkala membuat soal ujian ataupun juga para ahli psikologi dalam membuat instrument-instrumen pengukuran, hanyalah digunakan untuk mengetahui kemampuan, jiwa atau perilaku orang lain. Istrumen yang dihasilkan itu bukan untuk mengetahui dirinya sendiri. Siapapun, tidak akan mampu memahami dirinya sendiri. Oleh karena itu jika ingin mengetahuinya, maka selalu memerlukan bantuan orang lain.</p>
<p>Manusia melalui kegiatan riset yang ditopang oleh alat-alat laboratorium yang modern telah berhasil mengungkap rahasia alam. Apa yang dahulu tidak pernah terbayangkan, ternyata dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka rahasia alam berhasil dapat diketahui oleh manusia. Namun demikian, ternyata pengetahuan tentang manusia, &#8212;&#8211;apalagi tentang dirinya sendiri, tidak secepat diperoleh sebagaimana ketika memahami alam.</p>
<p>Kegagalan manusia dalam memahami dirinya sendiri selalu menjadi sumber kegagalan dalam mengembangkan aspek kehidupan yang lebih luas. Seorang yang merasa hebat, cakap, dikenal luas, artinya tidak tahu akan posisi dirinya yang sebenarnya, akhirnya mengalami kesalahan dalam mengambil keputusan. Orang mengatakan di atas langit masih ada langit. Bahkan dalam kitab suci al Qur’an dikatakan bahwa langit itu berlapis tujuh. Artinya, harus selalu menyadari bahwa masih ada orang lain yang lebih hebat di atas dirinya.</p>
<p>Sebatas untuk mengetahui tentang diri sendiri, ternyata memang tidak mudah bagi siapapun. Untuk mengetahui diri seseorang selalu memerlukan bantuan orang lain. Namun orang lain pun tidak mudah memberitahukannya. Seringkali orang menjadi tersinggung, atau bahkan menjadi sakit hati, dan marah jika ditunjukkan atas kesalahan dan kekurangannya. Manusia pada umumnya, lebih suka ditunjukkan kebaikan dan kelebihan tentang dirinya, dan sebaliknya, tidak menyukai jika orang lain menyebut kekurangan dan kelemahannya.</p>
<p>Al Qur’an dan hadits nabi memberikan informasi banyak tentang siapa manusia ini. Jika kita membaca surat al Baqoroh misalnya, Allah swt., sejak di awal surat itu menjelaskan tentang watak, karakter dan perilaku manusia. Setidaknya ada tiga kategori manusia, keduanya berada pada posisi jelas, yaitu orang yang disebut sebagai orang-orang muttaqien dan orang-orang kafirien. Tetapi ternyata ada satu kelompok lagi lainnya yang tidak jelas, yaitu kaum munafiqien, yakni orang-orang yang selalu menampakkan diri pada posisi tidak jelas.</p>
<p>Setelah membaca surat al Baqoroh berulang-ulang, lalu merenung-renungkan kembali dan kemudian melihat berbagai kenyataan dalam kehidupan ini, ternyata memang tidak mudah manusia dipahami. Maka pantaslah jika di awal surat itu pula, dikisahkan bahwa Malaikat melakukan semacam protes, tatkala Allah swt., akan menciptakan makhluk yang diebut manusia ini.</p>
<p>Karena keterbatasannya itu, manusia selalu memiliki sifat salah dan lupa. Mereka mengejar-ngejar kemajuan, ternyata justru kemunduran yang didapat. Banyak orang mengejar kekayaan dan juga kekuasaan, namun harta dan kekayaannya yang didapat itu justru mencelakan dirinya. Seseorang dianggap teman, ternyata justru berperan sebagai musuh. Petugas memberantas korupsi, ternyata justru melakukan penyimpangan lebih besar lagi. Hal-hal semacam itu selalu terjadi dalam kehidupan, karena manusia seringkali tampak dalam wajah yang tidak sebenarnya.</p>
<p>Akibatnya banyak orang keliru, tatkala melihat kehidupan orang lain dan bahkan juga suatu bangsa. Kemajuan orang lain dan juga suatu bangsa hanya dilihat dan diukur melalui ukuran-ukuran yang sederhana, misalnya dari jumlah kekayaan yang didapat, kekuatan militer, dan teknologinya. Padahal belum tentu kekuatan itu memberikan manfataan, tidak terkecuali bagi dirinya sendiri.</p>
<p>Islam, agama yang dibawa oleh Muhammad saw., memiliki ukuran sendiri dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang dan bahkan juga keberhasilan suatu bangsa. Ukuran itu ialah berupa keimanan, amal sholeh, akhlak dan atau ketaqwaannya. Tolok ukur ini jauh lebih mulia, tidak sebatas perolehan yang hanya berupa benda fisik, melainkan sesuatu yang benar-benar menyelamatkan dan membahagiakan manusia dan bahkan semua makhluk dan jagad raya ini.</p>
<p>Atas dasar ukuran-ukuran keberhasilan hidup yang saya tangkap dari petunjuk kitab suci itu, maka seringkali saya merenung, bahwa jangan-jangan justru bangsa kita ini sesungguhnya telah meraih tingkat kemajuan yang sebenarnya. Hanya saja, kemajuan itu tidak kita kenali sepenuhnya, atau dalam bahasa Islam kurang kita syukuri, karena memang bersyukur dan mengenal diri sendiri itu sulitnya bukan main. Wallahu a’lam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/winterfae.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/winterfae.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/winterfae.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/winterfae.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/winterfae.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/winterfae.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/winterfae.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/winterfae.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/winterfae.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/winterfae.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/winterfae.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/winterfae.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/winterfae.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/winterfae.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=winterfae.wordpress.com&amp;blog=10911125&amp;post=23&amp;subd=winterfae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://winterfae.wordpress.com/2009/12/18/memahami-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.981894 112.626503</georss:point>
		<geo:lat>-7.981894</geo:lat>
		<geo:long>112.626503</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/abebe1afa821cf2e3c1fc06f487686af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">winterfae</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara Sabar dan Keluhan</title>
		<link>http://winterfae.wordpress.com/2009/12/17/antara-sabar-dan-keluhan/</link>
		<comments>http://winterfae.wordpress.com/2009/12/17/antara-sabar-dan-keluhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 02:06:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>winterfae</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[artikel sabar]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian sabar]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://winterfae.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Ketika cobaan atau musibah tiba, cukup susah untuk membedakan antara sabar dan keluhan ketika kita menyampaikan kejadian tersebut kepada seseorang, misal kepada isteri/suami kita, atau kawan kita. Ketika kita menceritakan kejadian tersebut, seolah-olah kita sabar tetapi malah berupa keluhan. Sebenarnya banyak sekali definisi sabar, tapi kita coba membahas beberapa saja, salah satu definisi sabar adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=winterfae.wordpress.com&amp;blog=10911125&amp;post=17&amp;subd=winterfae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://winterfae.files.wordpress.com/2009/12/sujud1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-18" title="sujud1" src="http://winterfae.files.wordpress.com/2009/12/sujud1.jpg?w=300&#038;h=207" alt="" width="300" height="207" /></a></p>
<p>Ketika cobaan atau musibah tiba, cukup susah untuk membedakan <strong>antara sabar dan keluhan </strong>ketika kita menyampaikan kejadian tersebut kepada seseorang, misal kepada isteri/suami kita, atau kawan kita. Ketika kita menceritakan kejadian tersebut, seolah-olah kita sabar tetapi malah berupa keluhan.</p>
<p>Sebenarnya banyak sekali definisi sabar, tapi kita coba membahas beberapa saja, salah satu <strong>definisi </strong>sabar adalah menyatukan antara pikiran dan badan kita didalam tempat yang sama. Jadi ketika ada sesuatu yang menimpah kita, kita cuma menikmatinya saja, badan dan pikiran kita memang ada disitu. Misal ketika kita sedang berpergian ke tempat kerja dan ada kemacetan, jika badan dan pikiran kita berbeda tempat tentu yang ada rasakan ketidaksabaran “hhmm kalau saja saya tidak berangkat jam segini tentu tidak macet” padahal badan anda saat ini sedang di dalam mobil yang alami kemacetan lalu lintas.</p>
<p>Orang yang sabar merupakan orang yang bertumpu pada proses dan menikmati semua proses tersebut. Sehingga sabar juga merupakan ciri-ciri orang yang memiliki kecerdasan emosi. Orang yang sabar itu mampu didalam mengendalikan dirinya dan menunda respon yang bersifat jangka pendek untuk mendapatkan kenikmatan jangka panjang.</p>
<p>Sedangkan keluhan merupakan kesulitan didalam menerima sesuatu yang terjadi, penolakan terhadap sesuatu hal pada diri kita. Ketika ada kemacetan seperti pada contoh diatas, kita merasa badan dan pikiran tidak berada dalam satu tempat sehingga timbul rasa mengeluh, keluhan dan akhirnya kita pun tidak menikmati “proses” tersebut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/winterfae.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/winterfae.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/winterfae.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/winterfae.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/winterfae.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/winterfae.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/winterfae.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/winterfae.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/winterfae.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/winterfae.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/winterfae.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/winterfae.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/winterfae.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/winterfae.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=winterfae.wordpress.com&amp;blog=10911125&amp;post=17&amp;subd=winterfae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://winterfae.wordpress.com/2009/12/17/antara-sabar-dan-keluhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.981894 112.626503</georss:point>
		<geo:lat>-7.981894</geo:lat>
		<geo:long>112.626503</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/abebe1afa821cf2e3c1fc06f487686af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">winterfae</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://winterfae.files.wordpress.com/2009/12/sujud1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sujud1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>i love you</title>
		<link>http://winterfae.wordpress.com/2009/12/15/i-love-you/</link>
		<comments>http://winterfae.wordpress.com/2009/12/15/i-love-you/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 07:51:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>winterfae</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen cinta]]></category>
		<category><![CDATA[i love you]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://winterfae.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Pagi-pagi di pinggir jalan raya… “Aura….!!!apakabar ,?”seru Marvel, heeei&#8230;.panggil Marvel yang kedua kali. Aura yang masih kaget dengan panggilan marvel tadi masih terpaku dengan posisi mlongo&#8230;. “Eh,iya vel&#8230;maaf aku masih kaget aja kamu mau menyapa aku” kata ara sambil gagap. Udah 3 bulan aku gak ketemu dengan Marvel,gilaaa&#8230;&#8230; tambah cakep aja ni anak ( ucapku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=winterfae.wordpress.com&amp;blog=10911125&amp;post=5&amp;subd=winterfae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><img src="/sEmua%20Begituu%20Indaah/Lucu-Lucu/twilight/ef5cb01a7ac458d1e7d3daae22cc571c.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Pagi-pagi di pinggir jalan raya…</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> “Aura….!!!apakabar ,?”seru Marvel,</strong></p>
<p><strong>heeei&#8230;.panggil Marvel yang kedua kali.</strong></p>
<p><strong>Aura yang masih kaget dengan panggilan marvel tadi masih terpaku dengan posisi mlongo&#8230;.</strong></p>
<p><strong> “Eh,iya vel&#8230;maaf aku masih kaget aja kamu mau menyapa aku” kata ara sambil gagap.</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>Udah 3 bulan aku gak ketemu dengan Marvel,gilaaa&#8230;&#8230; tambah cakep aja ni anak ( ucapku dalam hati)</strong></p>
<p><strong>Kemana aja kamu vel,3 bulan gak nongol-nongol, kataku sambil menyembunyikan wajah maluku,</strong></p>
<p><strong>“ooh..itu..aku&#8230;.aku&#8230;aku&#8230;”</strong></p>
<p><strong>Aku kenapa,? ara memotong ucapan Marvel, “kamu sakit ya?” kalo sakit buruan ke dokter sana&#8230;.</strong></p>
<p><strong>”idiih&#8230;siapa juga yang sakit,belum juga selesai aku ngomongnya,makanya orang lagi ngomong itu di dengerin dulu, jangan asal potong aja&#8230;emang es potong” jawab marvel mayun, ”iya&#8230;&#8230;..deeh,trus mau ngomong apa tadi,?” sela ku&#8230;</strong></p>
<p><strong>”Tuh kan jadi lupa mau ngomong apa,gara-gara kamu juga,”(sambil menggaruk-garuk kepala yang enggak gatal)</strong></p>
<p><strong> ”oiya..ra lama gak ketemu kamu kok tetep ya,”</strong></p>
<p><strong> ”tetep ingusan&#8230;&#8230;!!!!!” lanjut Marvel,sambil tertawa lari&#8230;.</strong></p>
<p><strong> ”haaaah????!!!!!!dasar Marveeeeelllllllllllllllllllll</strong><strong>llllllllll!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!</strong></p>
<p><strong>Aku udah lama banget gak ketemu sama marvel,kemudian kami memutuskan untuk pulang bareng&#8230;kebetulan jalan rumah kami searah.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Ketika asyik bercanda dijalan, aku dan Marvel ketemu sama Ryo.</strong></p>
<p><strong>(Aduuuuuhhhh&#8230;.mati aku&#8230;..kenapa juga ketemu anak ini) ucapku dalam hati. Karena jalan yang aku lewati bersimpangan dengan jalan yang Ryo lewati, dengan cepat Ryo menoleh kearah kami&#8230;.dan&#8230;</strong></p>
<p><strong>”ssssrrrreeeettttttttttttttthhhhhdeeedddddd&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.” Genk Moge yang dikendarai Ryo berhenti tepat dipertigaan jalan rumahku,yang pastinya aku lewati dengan Marvel nantinya.</strong></p>
<p><strong> Setibanya di pertigaan itu, Ryo langsung menghampiri Marvel dan membicarakan sesuatu seolah-olah mereka pernah saling kenal. Dan aku tetap berdiri menunggu marvel menghampiriku, aku takut nanti jika aku ikut menghampiri Ryo, akan terjadi salah paham dan keributan.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Ryo mantan pacarku, yaaahhh bisa di bilang aku menerima dia karena cintaku bertepuk sebelah tangan pada sesorang saat SMA, bahasa lazimnya <em>pelarianku </em>pada seorang cowok yang playboy. Entah sekejam apa aku pada saat itu&#8230;Hingga pada akhirnya aku disadarkan oleh seorang tukang ojek yang sekarang jadi sahabat karibku, entah bagaimana mulainya, tapi aku sangat menyanyangi dia, <em>Indra</em> dan hanya sebatas sahabat.</strong></p>
<p><strong>Dalam keadaanku yang down, aku mencoba melupakan dan membuat lembaran baru( tapi bukan berarti aku tak sayang dia)aku putus dengan dia karena aku udah gak tahan degan kehidupannya, nge-drug,mabuk, balap motor&#8230;&#8230;.daaaaaaan banyak lagi deh, aku sebenarnya udah berusaha menasehati dia, tapi apa hasilnya? Aku malah ditampar dan di kasih minuman haram itu. Akhirnya aku memilih jalan putus,awalnya Ryo menolak tawaranku itu, Ryo tak mau putus dengan ku, tapi entah karena angin apa Ryo menyetujui tawaranku itu</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Setelah dijalan, aku dan Marvel mengingat masa-masa saat kami masih sekolah di SMA dulu, betapa culun dan bodohnya kami&#8230;(bahkan sampai pada detik ini aku masih <em>menyimpan</em> perasaan itu) </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Di tengah perjalanan kami menemukan taman yang indah banget,akhirnya kami memutuskan untuk duduk sejenak sambil bercerita,maklum&#8230;..lama banget gak ketemu.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong><strong>”ra&#8230;.” (panggilan akrab ku dengan marvel)</strong></p>
<p><strong> ”Yaaa&#8230;.”</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Aku mau bercerita padamu, tapi kamu harus janji gak akan bilang pada siapa-siapa bahkan Ryo sekalipun, </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Jarang sekali Marvel berbicara seserius ini padaku, apalagi membawa nama Ryo. Aku merasa ada yang aneh pada Marvel, tapi aaahh&#8230;. mungkin Cuma pikiranku saja.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong><strong>”iya&#8230;..apa sih vel,?”  kataku lembut</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Sejak dulu aku jatuh hati sama seorang perempuan, tapi sahabatku juga sangat mencintainya, dan sekarang perasaan itu masih utuh, bahkan sahabatku juga, aku bingung dengan perasaan yang tak pernah aku ungkapkan ini, aku tau banyak banget yang tidak setuju jika aku menyayangi dia, tapi apakah aku salah ra??</strong></p>
<p><strong> ”heemmmm&#8230;tidak,”</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Nah&#8230;.lalu apa yang harus aku lakukan?aku tau aku salah waktu, tapi aku ingin mengungkapkan ini kepadanya, tolonglah aku&#8230;</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> ”Dia tau gak kalau kamu menyayangi dia,? Tanya ku</strong></p>
<p><strong> ”Tidak..dan aku tak tau apa dia juga sayang sama aku” jawabnya singkat..</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>”Lalu..apalagi yang kamu permasalahkan,kamu tinggal mengungkapkan padanya, beres” jawabku dengan nada kesal</strong></p>
<p><strong> ”looh..kok kamu jadi jutek gitu sih”  saut marvel</strong></p>
<p><strong> ”suatu saat aku akan mengerti <em>yang</em> <em>terdalam</em> di hatinya” lanjutnya</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>”Dia juga tidak tau sahabatku juga menyayanginya, bahkan lebih dari aku, Dia bingung apa yang harus dia lakukan, sama seperti aku yang bingung apa yang harus aku perbuat, aku Cuma takut aku tidak bisa mengungkapkan perasaan ku ini”</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong><strong>Aku mulai bingung dengan cerita dan kisah yang marvel alami, aku merasa kasihan pada marvel, tapi disisi lain aku juga tidak bisa membohongi perasaanku sendiri bahwa aku juga sayang padanya. </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Aaaaahhhhh&#8230;&#8230;..aku harus melupakan cinta bertepuk sebelah tangan ini, aku tak mau membuat karma untuk yang kedua kalinya.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>”ya sudahlah&#8230;sudah sore,besok kita lanjutkan” potong marvel dalam pembicaraan kami</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Aku dan marvel berjalan menuju arah rumah kami masing-masing, saat itu hujan gerimis, dan aku tidak membawa payung, akhirnya aku pulang dengan basah kuyup deh. </strong></p>
<p><strong>Sehabis mandi, aku masih memikirkan cerita dari marvel tadi, dan aku masih bertanya-tanya siapa perempuan itu.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Pukul 9 malam aku tak bisa tidur,</strong></p>
<p><strong>Aduuuh&#8230;dalam pikiranku semakin runyam dan membingungkan. Tanpa disadari akupun terbaring diatas ranjang tidurku dan membuka diary ku,lalu menuliskan sesuatu&#8230;.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> ***</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Dear diary&#8230;</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em>Layakkah cinta hidup semu seperti hantu..</em></strong></p>
<p><strong><em>Yang melayang tanpa arah dan kedinginan&#8230;</em></strong></p>
<p><strong><em>Pikiranku adalah seribu persimpangan dalam sekotak korek api,</em></strong></p>
<p><strong><em>Apakah aku anomali?</em></strong></p>
<p><strong><em>Aku ingin menjejak tanah..</em></strong></p>
<p><strong><em>Tanpa mengambang membuatku lelah..</em></strong><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong><strong>Tanpa terasa aku tertidur dan terlelap dalam mimpi.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Esok harinya&#8230;.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ting&#8230;.tung&#8230;</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Seorang lelaki berdiri tegap di depan pintu rumahku, aku masih bingung dengan siapa aku bertatap. Lalu aku mulai memutar otakku,dan akhirnya aku ingat&#8230;</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>” Andreeeeee&#8230;!!!!!!!!!!!!!!!!1” aku langsung memeluk dan berteriak, temanku semasa SMA”</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> ”Lama juga kau tak pulang bung,?” kataku dengan nada orang batak</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>” Andre hanya tersipu malu dan merunduk,”</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Aku mempersilahkan andre masuk dan mencicipi hasil masakanku yang pertama ini. (maksutku andre orang pertama yang memakannya)</strong></p>
<p><strong>“Tumben, ada apa ndre? “Kataku sambil seperti orang yang tak percaya</strong></p>
<p><strong>“aku hanya ingin menyesesaikan tugasku,setelah itu aku harus pergi”</strong></p>
<p><strong> Aduuuhhh&#8230;mentang-mentang jadi bos,ledekku pada andre.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>“Kamu bisa aja ra,”sahut andre</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> ”hheeemmm&#8230;aku tergesa gesa ni, aku harap kamu besok bisa datang jam 7 malam di tempat biasanya kita kumpul dulu ya, ada yang ingin membayar hutang katanya” bisik andre genit padaku</strong></p>
<p><strong>Loooh&#8230;kenapa tergesa-gesa, hutang apa juga? </strong><strong>Aku tidak merasa ada yang hutang padaku. Dalam benakku aku benar-benar berpikir, aku tidak pernah memberi hutang pada siapapun akhir-akhir ini, tapi&#8230;.udahlahh&#8230;mungkin aku yang lupa.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> ”oke deh, aku pasti datang ”</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Jam menunjukkan pukul 6 sore, aku udah siap dengan segala kebingunganku tentang <em>hutang</em> tadi, aku langsung saja berjalan menuju alamat yang Andre berikan padaku (sebenarnya bukan alamat rumah sih, itu adalah sebuah taman kecil yang dulu sering kali kami datangi)</strong></p>
<p><strong>Dalam perjalanan aku sempat melamunkan hal-hal yang konyol, tentang apakah mungkin aku bisa bersanding dengan Marvel, tentang kekonyolan Andre,huuuuuuuffffhhhh&#8230;..</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Sampai ditaman aku tak menemukan apapun disana&#8230;aku mencoba berteriak Andre&#8230;.!!!!!!!! tak seorangpun menjawabnya..</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>2 jam aku berdiri seperti monas, aku mulai merasa jenuh dan bosen banget dengan situasi ini, lalu akhirnya ketika aku ingin melangkahkan kakiku ada sesosok </strong></p>
<p><strong>pria tegap yang berdiri di belakangku, dan ketika aku menoleh kebelakang dia tepat menatapku&#8230;</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Yaaaa&#8230;.dia Andre..</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kemudian Andre memelukku(aku merasa asing aja dalam posisi yang seperti ini) dan dia menggumamkan kata-kata yang aku sendiri juga bingung dalam mengartikannya,</strong></p>
<p><strong><em>”gues mê amore tu à”</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong><strong>Entah apakah aku yang bodoh atau aku yang memang bingung dengan keadaan. Aku sempat terdiam beberapa menit dan tetap merasakan dekapan dari orang yang sejujurnya bukan dia yang aku rindukan untuk memelukku, saat itu juga hujan ditaman turun dengan deras&#8230;</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Tiba-tiba aku merasakan kedinginan dan angin yang sebenarnya tak ku izinkan untuk menyentuh kulitkupun mulai menikmati bekunya kulitku,sama seperti bekunya hatiku yang bingung. </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Entah kekuatan atau perintah dari mana yang menyuruhku untuk melepaskan dekapan dari Andre, tiba-tiba tanpa aku sangka dan duga datang dua orang yang sepertinya aku kenal gelagatnya,ya mereka Ryo dan Marvel&#8230;.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Sumpah aku kaget dan gak tau harus berbuat apa, awalnya aku hanya merasa Ryo aja yang ada urusan denganku, tapi ada apa dengan marvel?lalu ada apa dengan Andre? Ada apa mereka ini?</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>pikkiranku sesak banget dengan prasangka yang menduga-duga, sebenarnya aku ingin memulai untuk bertanya, </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>tapi&#8230;aaaahhhhhh masak aku sih yang memulai. Kemudian aku juga terpaksa mengikuti jejak mereka, <em>diam</em>.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Aku sendiri juga gak tau siapa yang menyuruh atau bahkan memerintah, tiba-tiba Marvel membuka mulutnya dan berkata, </strong></p>
<p><strong>” Siapa yang dulu,?”</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Serentak semua makhluk yang ada disana menoleh kearah marvel, bagaimana tidak, suasana disana sepi banget, sunyi&#8230;dan hanya suara sisa tetesan air hujan yang malu-malu akan turun. Kemudian marvel  melanjutkan omongannya&#8230;</strong></p>
<p><strong>”Siapa yang dulu, aku, kau, atau kau,?”</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Serentak Andre dan Ryo menatap Marvel, mereka mamandang dengan pandangan paham dengan apa yang Marvel katakan tadi. Nahhhh&#8230;..hanya aku yang tak paham dengan semua ini, hanya aku yang bingung dengan keadaan ini, aku hanya berfikir jika mereka mempunyai masalah kenapa harus bawa-bawa aku,? Ataukah aku mempunyai salah,? Aduuuhhhh&#8230;.kenapa sih aku seperti ini, lemot banget deh&#8230;(kesadaran hatiku)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ryo membuka pembicaraan ” sebenarnya aku masih sayang sama kamu, tapi aku mulai menyadari kekuranganku, dan itu tidak cocok dengan karaktermu Ra, tapi aku akan mencoba merubah semuanya demi aku sendiri dan kamu,”</strong></p>
<p><strong>(aku masih terpaku dengan diamku)lalu apa fungsi marvel disisni? Pertanyaan itu masih melekat dipikiranku.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Aku tau apa yang akan dikatakan Andre padaku, dan aku berharap pikiranku ini salah.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> ” Ra, aku tau ini sama sekali gak kamu duga, tapi aku juga gak tau kenapa ini bisa terjadi, aku sayang banget sama kamu, mungkin aku tak tau diri yaa&#8230;? tapi yaa apalahhh&#8230;terserah gimana anggapan mu padaku, tapi memang ini kenyataanya” kata Andre lembut.</strong></p>
<p><strong>(baru kali ini aku dihadapkan dengan 3 laki-laki yang notabene aku kenal deket dan baik banget sama aku,uuuuuuuccchhhhhh&#8230;&#8230;aku tak tau apa yang harus aku lakukan)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Aku benar-benar bingung mau ngomong apa, secara aku sayang banget sama marvel sejak dulu, tapi kenapa malah dia yang mundur,dan tak ada rasa,? Apa yang harus aku lakukan?(sambil gigit kuku jariku yang sebenarnya baru aku potong tadi pagi) tanpa terasa jam menunjukkan pukul 10 malam, aku segera mencari alasan untuk pulang, karena udah larut malam, dan aku berjanji pada mereka akan membahas masalah ini besok.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Dalam tidurpun aku merasa tak nyaman, hanya berbalik-balik dalam selimut, sesekali ku buka selimut yang menutupi wajahku, lalu ku tutup lagi, bingung&#8230;..</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> ***</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Keesokan harinya&#8230;.</strong></p>
<p><strong>Masih ditempat yang sama, Cuma kali ini agak sore sekitar jam 4.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Posisi tetap sama, ada aku, marvel, andre, dan ryo..</strong></p>
<p><strong>Sepertinya mereka menunggu jawabanku, tapi aku sendiri juga bingung dengan perasaan ku, aku sayang banget sama marvel, tapi apa mungkin aku juga mengungkapkan kalau aku juga sayang padanya?apa aku harus menguburnya dalam seperti di SMA dulu?mereka ternyata sahabat lama saat SMA, </strong></p>
<p><strong>aaaduhhhh jangan ahhh&#8230;</strong></p>
<p><strong>lalu tiba-tiba tanpa berbicara apa-apa marvel beranjak pergi dari konverensi taman, mataku langsung berlari mengejar pandangan itu dan memanggil ”maarveelll tunggu&#8230;.!!!!” entah dorongan darimana yang menyuruhku memanggil marvel,</strong></p>
<p><strong> ”aku tak tau harus memulai dari mana, entah dari awal atau dari belakang, yang jelas aku bingung harus gimana lagi,</strong></p>
<p><strong>eee&#8230;..eeemmmm&#8230;.mmmmmmmm&#8230;.marvel, aaa&#8230;.aaakuuuu&#8230;saaa&#8230;yang  kamu, I LOVE YOU Marvel,” kataku lalu aku langsung menunduk</strong></p>
<p><strong>Sejenak semua terdiam, aku merasa aneh juga&#8230;lalu aku berusaha menongak keatas, aku melihat pemandangan yang tak mengenakkan (menurutku). Semua tertawa terbahak dan hanya Marvel yang tersenyun genit padaku, dan disana Andre dan </strong></p>
<p><strong>Ryo bilang ” akhirnya kau mengerti <em>yang terdalam</em> vel, saat ini yang kau tunggu sejak SMA <em>kan</em>,?”</strong></p>
<p><strong>Marvel memelukku sambil tersenyum,dan hanya mengatakan,</strong></p>
<p><strong>”I LOVE YOU TOO</strong></p>
<p><strong>(Saat itu aku merasa kesal sekali karena aku dikerjai sama sahabat ku sendiri, dilain hati aku bahagia, karena aku tahu tentang yang terdalam&#8230;)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>***</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/winterfae.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/winterfae.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/winterfae.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/winterfae.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/winterfae.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/winterfae.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/winterfae.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/winterfae.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/winterfae.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/winterfae.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/winterfae.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/winterfae.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/winterfae.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/winterfae.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=winterfae.wordpress.com&amp;blog=10911125&amp;post=5&amp;subd=winterfae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://winterfae.wordpress.com/2009/12/15/i-love-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/abebe1afa821cf2e3c1fc06f487686af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">winterfae</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>dead of lover</title>
		<link>http://winterfae.wordpress.com/2009/12/15/cerpen/</link>
		<comments>http://winterfae.wordpress.com/2009/12/15/cerpen/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 07:04:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>winterfae</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita remaja]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://winterfae.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Hari yang sama.. 1 Message received 11.55 pm Aku kirimkan 1001 senyuman untukmu, ambilah satu dan simpanlah yang 1000 dibawah bantalmu, ambillah satu persatu senyum itu ketika kau sedih ataupun terluka, karena aku senang melihatmu tersenyum, maka tersenyumlah….. From (secreet of lover) “huuuuufhhhh…” Sama seperti sms yang sudah-sudah, gak bosen apa bertahun-tahun kirim sms gitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=winterfae.wordpress.com&amp;blog=10911125&amp;post=3&amp;subd=winterfae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hari yang sama..</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em>1 Message received</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>11.55 pm</em></strong></p>
<p><strong><em>Aku kirimkan 1001 senyuman untukmu,</em></strong></p>
<p><strong><em>ambilah satu dan simpanlah yang 1000 dibawah bantalmu, </em></strong></p>
<p><strong><em>ambillah satu persatu senyum itu ketika kau sedih ataupun terluka,</em></strong></p>
<p><strong><em>karena aku senang melihatmu tersenyum,</em></strong></p>
<p><strong><em>maka tersenyumlah…..</em></strong></p>
<p><strong> From</strong></p>
<p><strong> (secreet of lover)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>“huuuuufhhhh…”</strong></p>
<p><strong>Sama seperti sms yang sudah-sudah, gak bosen apa bertahun-tahun kirim sms gitu terus,</strong></p>
<p><strong>Hari ini aneh, yahh.. bukan kali pertama sih aku mendapat sms yang kayak gitu, teror meneror seperi itu, tapi yang kali ini aneh saja yang aku rasakan.</strong></p>
<p><strong>Aaaahhhh,,,bodoh ah emang aku pikirin. Aku melihat jadwal kayaknya ada jadwal kuliah deh, ya ampuuuuun……….. aku bangun kesiangan!!!!!!</strong></p>
<p><strong>“bruukghh…..” auh..dasar pintu kenapa sih mesti disitu, gak tau orang lagi terburu-buru apa, sambil mengusap kepalaku yang kayaknya udah bertambah ketebalannya 1 cm.</strong></p>
<p><strong>Dijalan seperi hari yang sudah-sudah, aku berangkat ke kampus sendiri, karena teman yang biasanya menghampiriku tidak datang hari ini. Sambil nyanyi dijalan dengan tampang rasa malu yang menipis Pe-De saja ini aku….</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>I just wanna say I love you…….i just wanna say I love you…..</strong></p>
<p><strong>I just wanna say I love you……I love youuuuuuuuuuuuuu…….</strong></p>
<p><strong>Beginilah hari-hariku yang ceria(walaupun tak seperti isinya)</strong></p>
<p><strong>Lagu yang dinyanyikan oleh melly ini cukup unik,aku suka banget sama lagu itu. Gak terasa sampai juga aku didepan tempat parkir, yang sepertinya disana banyak banget kumpulan anak-anak yang nongkrong, akhirnya aku menghampiri mereka tanpa menghiraukan jam kuliahku yang sudah mepet sekali.</strong></p>
<p><strong>“Hey bro…..haha ngapain lo masuk bro!!!!” suara lantang nan merdu yang dimiliki Arel melekat ditelingaku,</strong></p>
<p><strong>“bukannya ada jam Pak Amat Sangat,?”</strong></p>
<p><strong>“weeee…anak rajin ni lo, Pak Sangat kan gak bisa ngajar hari ini jadi kelas kita kosong, kemana aja si lo bro!!!”(sambil merangkulku dengan wajah innocentnya)</strong></p>
<p><strong>“huuuuufffh…..”</strong></p>
<p><strong> Aku hanya dapat berkeluh seperti itu.</strong></p>
<p><strong>“Aku lapar ni, ayo makan di kantin” kata dita yang saat itu memang kelihatan sangat lapar, karena dari raut wajahnya sudah kelihatan. Aku yang 1 tahun lalu putus dengan Marvel, karena keluarga kami berbeda agama dan yaaaahh&#8230;entah bagaimana ceritaku dengan dia dulu hanya kenangan, tapi semua kenangan itu pantas banget aku kenang. Aku jadi merasa malas sekali untuk berpacaran, aku merasa sangat kenyayangi Marvel, saat ini aku tak akan menghiraukan apapun telepon, sms, dan bahkan rayuan dari lelaki merk apapun, I’M SINGLE I’M VERY HAPPY, saat ini aku menikmati kesendirianku.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Tiba-tiba….</strong></p>
<p><strong>(suara doraemon menyanyi)</strong></p>
<p><strong>‘Waduuu….ada SMS ni kawan, sebentar yaaahhh…’ aku langsung membuka Ponselku,</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>Arel yang sangat usil langsung menganguku dan menggodaku..</strong></p>
<p><strong>“ aduuu…laris manis……Fan, pemuja rahasia nich..” </strong><strong>kata Arel manja</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em>1 Message received</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em>10.05 am</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Kamu kelihatan cantik hari ini….</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> From</strong></p>
<p><strong> (secreet of lover)</strong></p>
<p><strong>(Spontan aku langsung melihat disekitarku, toleh kanan kiri apakah ada sesuatu yang aneh)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kemudian aku lanjutkan membuka SMS yang belum terbaca,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em>10.10 am</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><strong><em>Tak usah bingung aku ada disamping mu kok,</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> From</strong></p>
<p><strong> (secreet of lover)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Langsung aku lari menuju teman-temanku, yang aku tau disekitarku sudah tidak ada lagi orang yang berkeliaran, kecuali aku dan teman-temanku.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Dikantin…</strong></p>
<p><strong><em>1 </em></strong><strong><em>Mesaage received</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em> 10.30</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><strong><em>Nasi goreng pedas dan es jus alpukat,</em></strong></p>
<p><strong> </strong><strong>From</strong></p>
<p><strong> (secreet of lover)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Tanganku gemetar dan bingung mau apa lagi, karena memang menu itu yang akan aku pesan…</strong></p>
<p><strong>Akhirnya aku beranikan membalas pesan SMS dari orang misterius itu,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Reply</strong></p>
<p><strong> Km sapa? Dimana?</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Aku gak sabar banget menunggu balasan dari orang misterius itu, setelah 10 menit kemudian…</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em>1 </em></strong><strong><em>Message received</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Aku adalah orang yang selalu ada buat kamu.</em></strong></p>
<p><strong> From</strong></p>
<p><strong> (secreet of lover)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Tak lama kemudian beberapa SMS juga masuk,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><strong><em>08.00</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><strong><em>Kamu yang aku puja,</em></strong></p>
<p><strong><em> Jangan pernah lupakan aku disini</em></strong></p>
<p><strong><em>Karena itu bisa membunuhku dalam mimpi dan harapanku&#8230;</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><strong><em>Jangan kamu pernah takut pada hadirku ini</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><strong><em>Karena ketakutanmu adalah kesakitanku..</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> From</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>(secreet of lover)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Akhirnya ku putuskan untuk tidak menghiraukan apapun sms dari orang misterius itu. Dan setelah makan aku segera bergegas pulang kerumah karena memang hari ini kelas lagi libur.</strong></p>
<p><strong> Sampai dirumah aku langsung menegak air didalam kulkas, seperti orang yang sedang berada dipadang pasir yang kehausan, walaupun sebenarnya aku tau bahwa rasa hausku itu bukan Karena tenggorokanku sedang kekurangan cairan, melainkan karena apa yang telah aku alami hari ini.</strong></p>
<p><strong>“ Breeegghh….” </strong></p>
<p><strong>“uuuuuaaahmmm…”</strong></p>
<p><strong> Suara ku dan tas, yang sengaja aku banting keatas ranjang ku, ritual dalam hidupku yang selalu memainkan ponsel sebelum maupun sesudah bangun tidur. Aku yang dalam keadaan terbaring betapa kagetnya melihat ada tulisan </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em>1 Message received </em></strong><strong>,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Ada apa dengan aku ini, aku merasa konyol dan sangat bodoh,</strong></p>
<p><strong> Ketika melihat dilayar ponselku ada tulisan yang menandakan</strong></p>
<p><strong> 1 pesan diterima.</strong></p>
<p><strong>Entah perasaan takut atau perasaan ingin tau yang mendorongku membuka pesan itu, aku merasa ini semua ada hubungannya dengan sms yang sering aku terima itu, akhrinya aku beranikan untuk menggerakkan jempolku, dan memencet tombol<em> baca,</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><strong><em>01.05 pm</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><strong><em>Kalau mau tidur jangan lupa lepas sepatu…</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> From</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>(secreet of lover)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Sepertinya hal ini sudah sangat mengganggu ketenanganku, akhirnya aku langsung menelpon teman-temanku, dan menyuruh mereka datang kerumahku, aku butuh teman curhat tentang semua ini.</strong></p>
<p><strong>Setengah jam aku menunggu kedatangan teman-temanku, kenapa mereka tak juga datang, aku menelpon ponsel mereka satu persatu juga tidak ada yang aktif.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Hari yang membingungkan…</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Ada apa ini aku semakin cemas dan bingung, kenapa disekitarku terlihat sangat sepi dan tak ada suara, padahal di bawah ada adikku yang sedang main playstation dengan teman-temannya, ada mamaku yang sedang sibuk dengan resep barunya…</strong></p>
<p><strong>Perasaan ku semakin tak menentu ketika aku membaca balasan sms dari temanku,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em> 02.05</em></strong></p>
<p><strong><em> Maaf, aku tidak bisa kerumahmu fan,</em></strong></p>
<p><strong><em>Ada hal yang harus aku selesaikan, dan sangat penting!</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> From</strong></p>
<p><strong> Arel </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Aku yang tadinya takut berubah menjadi gugup, karena sahabat karibku kecelakaan ketika ingin kerumahku, entah perasaan apa lagi yang bisa melukiskan keadaan hatiku saat ini, yang aku tau dan yang harus aku lakukan sekarang adalah bangun dan mencari tau apa yang telah terjadi,</strong></p>
<p><strong>“Maaaa……”</strong></p>
<p><strong>“Maaaaaaaaa….”</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Tak ada suara satupun dirumahku, keadaan ini semakin membuat ku takut,</strong></p>
<p><strong>Aku berlari menuju ruang keluarga tempat adikku main playstation, tapt tak ku temukan dia bermain disana, kemudian dengan langkah tergopoh aku berlari menuju dapur tempat ibuku memasak, tapi apa yang kulihat…</strong></p>
<p><strong>Hanya peralatan yang sangat rapi tertata diatas bifeet,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>“Apa sih yang sebenarnya terjadi”</strong></p>
<p><strong>“Mengapa semua sepiiiii….”</strong></p>
<p><strong>Teriakku dengan nada yang lantang, dan akhirnya aku mendengar ponselku berbunyi, pertanda ada pesan yang masuk..</strong></p>
<p><strong> Tanpa rasa bertanya apa-apa aku langsung membuka dan membaca isi dari pesan yang dikirim oleh salah satu temanku yang bernama Dita.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em> 04.30 pm</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> Fan, ada berita duka,</em></strong></p>
<p><strong><em>Tadi waktu Arel perjalanan menuju rumahmu dia mengalami kecelakaan</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><strong><em>Dan dia meninggal pagi tadi jam 01.05</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong><strong>From</strong></p>
<p><strong> Dita</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Membaca SMS dari Dita tadi, aku langsung pucat mayat, sambil menggerakkan tombol ponselku kearah bawah, yang tandanya pesan yang sudah terbaca, aku melihat sebuah nama yang ada di inbox ku yaitu <em>Arel </em>,</strong></p>
<p><strong>Kembali ku baca SMS dari Arel yang isinya,</strong></p>
<p><strong><em> 02.05</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><strong><em>Maaf, aku tidak bisa kerumahmu fan,</em></strong></p>
<p><strong><em>Ada hal yang harus aku selesaikan, dan sangat penting!</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> From</strong></p>
<p><strong> Arel</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Tak ada yang janggal dengan pesan inu, kataku dalam hati,</strong></p>
<p><strong> ‘Heeemmmmmm…’</strong></p>
<p><strong> Aku menggumam lirih, untuk menenangkan pikiranku, padahal sebenarnya aku sedang dikepung dengan rasa takut yang aku sendiri tak tau apa jalan keluarnya, setelah aku lama terdiam aku ingat jam pada saat Arel mengirim sms ke aku, yaitu jam 02.05,</strong></p>
<p><strong>Tapi kenapa aku merasa ada yang aneh yaaaa….. pikirku dalam hati yang tetap tidak tenang.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>“Yaa… Tuhan” Sebutku tanpa sadar sambil menepuk jidatku, lalu tanpa pikir panjang aku kembali mencermati isi pesan dari Dita yang dikirim pukul 04.30, didalamnya ada tulisan bahwa Arel meninggal dalam kecelakaan pada waktu  01.05, tepat pada saat aku menyuruh dia supaya menemaniku,</strong></p>
<p><strong> Aku langsung pergi keluar rumah dan berlari tanpa memperdulukan apapun yang ada dikantong celanaku ini, ponselku berbunyi beberapa kali, ada 2 SMS diterima, aku berhenti dari lariku sembari mengatur nafas sambil membuka pesan yang ada di HP ku,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>“uuuuuuhhhhhh……….” </strong></p>
<p><strong>Dasar….</strong></p>
<p><strong>Kenapa sms misterius ini datang disaat yang gak tepat banget..</strong></p>
<p><strong> Aku tutup ponselku tanpa menghiraukan apa isi dalam sms misterius itu.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em>Setengah jam kemudian…</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Aku sampai dirumah Dita untuk memastikan apa yang terjadi, tapi kenapa dirumah Dita ramai sekali, gak seperti biasanya yang hanya ada Dita, nenek dan bibi Inem pembantunya..</strong></p>
<p><strong>Tanpa pikir panjang aku langsung masuk kedalam rumah Dita, dan hanya bisa terdiam, saat itu aku berfikir bahwa ada keluarga Dita yang meninggal, karena saat itu kelurga Dita sedang berduka..ketika aku mulai masuk kedalam ibu Dita yang jarang sekali dirumah tumben saat itu ada dirumah, laku aku menyapa Ibu Dita, dan Ibu Dita langsung memelukku..</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>“Naakkkk….”Sambil menangis Ibu Dita merangkulku,</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>Aku yang tak bisa apa-apa hanya terdiam dan ikut mengeluarkan air mata, sambil bertanya “siapa yang meninggal tante?”</strong></p>
<p><strong> (masih dalam suasana duka dan orang-orang menangis)</strong></p>
<p><strong>“Dita meninggal dalam kecelakaan tadi pagi” kata Ibu Dita yang tak kuasa menahan lagi air mata yang sudah ditahannya daritadi,</strong></p>
<p><strong>Mendengar kata-kata dari Ibu Dita aku langsung shock dan lemas…aku tak bisa berpikir apa-apa lagi, tubuhku lemas, pikiranku entah kemana.</strong></p>
<p><strong> Saat aku mulai tenang dan menerima keadaan, aku mulai ingat bahwa ada SMS dari orang misterius yang selama ini menggangu hidupku,aku langsung membuka HP dan membaca SMS itu,</strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>10.00 am</em></strong></p>
<p><strong><em>Aku tak akan bertanya lagi tentang apa itu</em></strong></p>
<p><strong><em>Kebahagiaan,</em></strong></p>
<p><strong><em>Aku tak akan lagi cengeng untuk merindukan</em></strong></p>
<p><strong><em>hadirmu…</em></strong></p>
<p><strong><em>Jika aku sempat,</em></strong></p>
<p><strong><em>Aku hanya ingin melihatmu tersenyum hari ini,</em></strong></p>
<p><strong><em>Dan lupakan apa yang terjadi padamu..</em></strong></p>
<p><strong><em>Aku melihat mendung diatas kepalaku</em></strong></p>
<p><strong><em>Aku melihat kamu di dalam lamunanku,</em></strong></p>
<p><strong><em>Aku ingin menjadikan ‘wanita’ seperti orang</em></strong></p>
<p><strong><em>yang dipuja oleh lelaki…</em></strong></p>
<p><strong><em>Aku ingin menjadikan ‘wanita’ yang ketika aku</em></strong></p>
<p><strong><em>jatuh dia selalu memberiku tongkat kesabaran,</em></strong></p>
<p><strong><em>Dan aku ingin Menjadikan ‘wanita’ itu..</em></strong></p>
<p><strong><em>KAMU…</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong> </strong><strong>Aku hanya berpikir bahwa sms itu pending, karena jam pada saat sms ini dikirim menunjukkan jam 10 pagi, sedangkan ini jam 6 malam. Setelah membaca sms tadi aku kembali fokuskan kepada tujuanku pertama, yaitu, mencari tau apa yang sebenarnya telah terjadi</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Ibu Dita menjelaskan apa yang terjadi kepada Anaknya dan Arel, tetapi aku tetap saja gak percaya dengan penjelasannya, karena ini sangat gak mungkin, Dita dan Arel sama-sama sms aku disaat mereka sudah meninggal, sebenarnya apa yang terjadi sich..?</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Aku tersadar dari lamunanku dan mempunyai pikiran, bahwa aku harus kerumah sahabatku yang satunya lagi, yaitu Tita…</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Aku berlari karena sepeda dan motorku gak ada, aneh sekali padahal semula semua utuh ada dirumah, sambil berlari aku memikirkan semua yang sudah terjadi padaku hari ini, benar-benar hari yang aneh banget…….</strong></p>
<p><strong> Tapi Ketika aku berlari..</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>“praaaakkkk…kkk” </strong></p>
<p><strong>Brroouuughhh,,,,,</strong></p>
<p><strong> Aduuuuuuuuuuuuuhh…….</strong></p>
<p><strong> Aku melihat gelap dan bintang tepat diatas kepalaku,dan ………………………………………………………………………………………………………………………………………&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>2 </strong><strong>hari kemudian…..</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ditaaaaa……………..!!!</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>“hoeeee…ee” bangun Ra, iya aku disini..”</strong></p>
<p><strong>Kamu kenapa? Udah baikan kan?</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Dengan wajah bingung aku terkejut melihat Dita ada disampingku, lalu aku bertanya pada Dita,</strong></p>
<p><strong>Huuuufffhhhhhh….untung Cuma mimpi, kataku</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>“Apa yang terjadi?” sambil memegang kepalaku,</strong></p>
<p><strong>“Tak ada apa-apa kok Ra, kamu koma sejak 2 hari yang lalu,” saut Dita sambil menenangkan aku.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>“Arel?” tanyaku kepada Dita</strong></p>
<p><strong> Entah kenapa ketika aku menanyakan tentang Arel, Dita langsung terdiam, dan menjawab tenang “Arel sudah tenang Ra&#8230;”</strong></p>
<p><strong>Entah aku paham atau tidak dengan perkataan dari Dita tadi, tapi kenapa isi hatiku terasa ada yang menggerakkan untuk menangis dan menangis…</strong></p>
<p><strong>Dita naik ke ranjang tempat aku dirawat dan memelukku.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>“Bruuuuggghh….”</strong></p>
<p><strong>Aku merasa ada yang jatuh dari benda disekitarku,</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>“Ponselku,?”</strong></p>
<p><strong> “Dimana ponsel ku Dit,?”</strong></p>
<p><strong>“iyah…ponselmu jatuh karena ada sms, ini Ra baca gih,</strong></p>
<p><strong><em> 1 Message received</em></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em> 10.00 pm</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><strong><em>Ketika cinta datang mengetuk mu,</em></strong></p>
<p><strong><em> Izinkanlah dia masuk,</em></strong></p>
<p><strong><em> Dengan dahagamu, minumlah bersamanya…</em></strong></p>
<p><strong><em> Dia tak lelah…</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><strong><em>Tapi akuilah kehadirannya….</em></strong></p>
<p><strong><em>Kesenjangan rasa ini membuatku ingin beranjak dari tempatku..</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><strong><em>Tolong..</em></strong></p>
<p><strong><em>Cium dan resapilah aroma mawar puisiku ini untuk yang terakhir kalinya..</em></strong></p>
<p><strong><em> Agar ku izinkan kamu tetap ada di dalam rima ku..</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><strong><em>Tanpa aku mengubah paradigma baru…</em></strong></p>
<p><strong><em>Dan izinkan aku katakana sesuatu yang membunuhku untuk yang terakhir ini Fanny,</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong><strong><em> “AKU CINTA KAMU”</em></strong></p>
<p><strong><em>AKU TAK AKAN MENGGANGGUMU LAGI SAAT KAU MENGATAKAN HAL YANG SAMA, KUTUNGGU DIRUMAHKU.</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong> </strong><strong>From</strong></p>
<p><strong> (secret of lover)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Saat itu aku langsung menceritaka kepada Dita tentang apa yang terjadi dalam hidupku, tentang mimpiku, tentang kegelisahanku, tentang sms dari orang misterius ini,</strong></p>
<p><strong> Dita langsung melihat isi dari sms yang dikirim oleh orang misterius itu, seolah tak percaya dengan apa yang aku katakan, ketika dita melihat jam, tanggal, dan waktu, dan itu sama dengan tanggal dan waktu hari ini, Dita terkejut dan  wajahnya pucat, ketika aku Tanya kenapa dia malah melihat semua isi dari inbox ku yang isinya kebetulan kebanyakan dari screet of lover ku,</strong></p>
<p><strong> Disini aku semakin bingung dengan tingkah laku Dita yang terlihat terkejut,</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Sesaat kemudian ketika Dita terdiam,</strong></p>
<p><strong>Baru Dia membuka mulutnya…</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>“Bagaimana perasaan mu ketika Secreet of lovermu mengatakan bahwa ini puisi yang terakhir kalinya Ra,?dengan nada yang lembut banget</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Jujur aku merasa kehilangan karena aku udah terbiasa dengan keadaan itu, tapi yang aku kejutkan ungkapan cintanya padaku,</strong></p>
<p><strong> Tapi apakah aku harus bilang pada Dita yang sebenarnya, padahal yang aku ungkapkan adalah kekesalanku terhadap orang yang menerorku ini.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>“ Iya, aku merasa ada yang hilang dari kehidupanku Dit, aku juga gak tau kenapa kok begini, setelah dia menulis kata-kata CINTA padaku, ntah kenapa perasaanku terasa udah dekat banget dengan dia,sering ketemu, dan tau dia sepenuhnya, padahal sebenarnya tidak, dan perasaan ini datang saat ini juga Dit” ungkapku jujur,</strong></p>
<p><strong> Dita hanya tersenyum manis</strong></p>
<p><strong>Dan bertanya untuk yang terakhir kalinya padaku,</strong></p>
<p><strong>“Apa kamu juga telah <em>merasa</em> mencintainya,?”</strong></p>
<p><strong> “Aku hanya terdiam dan merunduk, tapi didalam lubuk hatiku aku telah merasakan sesuatu yang aku sendiri juga tak tau, rasa ingin memiliki, rasa rindu kehadirannya, rasa yang diam-diam mengharapkan perhatiannya, rasa tak mau kehilangan, sebuah rasa yang berat sekali jika dilepaskan, dan sakit jika di bendung,yaaahhh….aku CINTA”</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Tapi aku tidak mengatakan sepatah apapun pada Dita, hanya wajahku menatap mata Dita dalam,</strong></p>
<p><strong> Tanpa pikir panjang Dita langsung melepas infuse yang melekat di tanganku dan menarik tanganku seolah tau apa yang dikatakan oleh mataku, dia berkata akan mengajakku kesuatu tempat, bertemu dengan orang yang aku cari.</strong></p>
<p><strong> Dalam pikiranku Dita pasti mengetahui siapa secreet of lover ku, tapi jika dia tau kenapa tak pernah cerita padaku, disini didalam pikiranku banyak banget pertanyaanku untuk Dita. Tapi Dita tetap saja diam dan menggandeng erat tanganku.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Terakhir dia Tanya padaku,</strong></p>
<p><strong>“kamu yakin Ra, ingin bertemu secreet of lover mu,?”</strong></p>
<p><strong>“ya..” jawabku singkat</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Sampai disuatu tempat yang sunyi dan hanya ada beberapa perumahan orang yang masih disana karena mengunjungi keluarganya,</strong></p>
<p><strong> Pikiranku tetap dipenuhi banyak pertanyaan dan aku harap Dita dapat menjawab semua pertanyaan ku nanti.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Sejenak dia berhenti untuk melihat papan nama yang di ukir sangat sulit tapi tak juga dia temukan, selangkah dia berhenti…selangkah dia berjalan dan aku hanya bisa mengikuti dibelakangnya..</strong></p>
<p><strong>Sampai dia benar-benar berhenti disuatu tempat yang terukir nama yang memang sangat sulit di ingat,dan dia berkata padaku:</strong></p>
<p><strong> “ Dialah Secreet of Lover mu Aura”</strong></p>
<p><strong>Aku sangat terkejut dengan 1 kalimat yang dikatakan Dita padaku,</strong></p>
<p><strong>Serentak aku langsung tersungkur dipusara seseorang yang aku kenal..</strong></p>
<p><strong> “AREL!” gumamku…</strong></p>
<p><strong> “AREL YUSVENDA” Aku terkejut sambil melihat Dita yang sudah tak bisa menahan tangis,</strong></p>
<p><strong> Aku bertanya apa maksud semua ini, Dita menjelaskan bahwa Arel sudah mempunyai rasa yang baru dia rasakan sejak awal kita berteman, tapi dia hanya bercerita bahwa dia menyayangi kita semua, aku sungguh tak menduga dia mengatakan waktu yang tak tepat.</strong></p>
<p><strong> Dan selama ini yang selalu setia menemani hariku adalah sms dari AREL, aku sendiri tak tahu harus mengakhiri ini semua dengan apa, karena aku juga tak pernah tau ini akan seperti ini, yang aku tahu bahwa aku tak akan pernah mengetahui semua yang aku ingin dengar, suara Arel. Hingga saat ini aku masih bingung dengan kisah yang aku alami, apa ini nyata atau hanya bawaan waktu yang seolah mendorongku untuk mendapatkan sebuah “hati”. Aku merasakan banget gimana kehilangan orang yang aku sayangi, apalagi kehilangan orang yang <em>seharusnya</em> aku sayangi&#8230;</strong></p>
<p><strong> Kalau bisa aku ulang seberapa respeckah aku terhadap orang disekitarku?mungkin aku tak akan pernah menyesali ‘ketidaktahuanku’. Begitu munafikkah aku yang tak mau melihat sekelilingku?hati yang tersakiti di sekitarku…</strong></p>
<p><strong>Dan…lagi-lagi aku menyakiti sebuah hati yang tak bersalah.</strong></p>
<p><strong>Sekarang aku tau atas semua pertanyaan yang akan aku tanyakan dan ternyata hanya aku yang bisa menjawab. Sejak aku menjawab permintaan secreet of lover (Arel) tak ada lagi SMS misterius yang menggangguku lagi dan sejak itu Arel selalu ada dalam kenangan hidupku yang pantas aku kenang.</strong></p>
<p><strong> “AKU JUGA CINTA KAMU AREL”</strong></p>
<p><strong>“AKU DATANG KERUMAHMU MEMBAWA CINTA YANG KAU MILIKI DAN YANG TAK BISA KU MILIKI”</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/winterfae.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/winterfae.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/winterfae.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/winterfae.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/winterfae.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/winterfae.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/winterfae.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/winterfae.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/winterfae.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/winterfae.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/winterfae.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/winterfae.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/winterfae.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/winterfae.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=winterfae.wordpress.com&amp;blog=10911125&amp;post=3&amp;subd=winterfae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://winterfae.wordpress.com/2009/12/15/cerpen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.981894 112.626503</georss:point>
		<geo:lat>-7.981894</geo:lat>
		<geo:long>112.626503</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/abebe1afa821cf2e3c1fc06f487686af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">winterfae</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://winterfae.wordpress.com/2009/12/11/hello-world/</link>
		<comments>http://winterfae.wordpress.com/2009/12/11/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 14:36:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>winterfae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=winterfae.wordpress.com&amp;blog=10911125&amp;post=1&amp;subd=winterfae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/winterfae.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/winterfae.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/winterfae.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/winterfae.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/winterfae.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/winterfae.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/winterfae.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/winterfae.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/winterfae.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/winterfae.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/winterfae.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/winterfae.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/winterfae.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/winterfae.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=winterfae.wordpress.com&amp;blog=10911125&amp;post=1&amp;subd=winterfae&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://winterfae.wordpress.com/2009/12/11/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/abebe1afa821cf2e3c1fc06f487686af?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">winterfae</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
